Kamis, 13 Juni 2013

5 Aksi Kejam Anggota Tni Habisi Nyawa Kekasih



Prajurit Dua (Prada) Mart Azzanul Ikhwan (23) dituntut 20 tahun penjara. Aksi prajurit TNI ini sungguh kejam. Dia membunuh Shinta (19), kekasihnya yang sedang hamil 8 bulan. Ikhwan juga membunuh Onah, ibu Shinta.

Ikhwan menolak bertanggung jawab atas kehamilan mahasiswi kebidanan di Garut ini. Dia membawa Shinta dan ibunya ke perkebunan, kemudian menusuk kedua wanita itu dengan sangkur belasan kali.

Onah tewas dengan 12 luka tusukan di tubuhnya, sementara Shinta, tewas dengan 18 tusukan, termasuk dua tusukan di perutnya yang tengah hamil tua.

TNI tak mentolerir tindakan brutal anggotanya. Panglima Divisi 1 Kostrad Brigadir Jendral TNI Asro Budi menemui keluarga korban untuk meminta maaf. Dia menjanjikan Prada Ikhwan akan dihukum sesuai undang-undang.

Berikut beberapa kekejaman prajurit TNI yang menghabisi wanita kekasihnya sendiri.




1. Cinta segitiga berujung maut

Sersan Dua Yusuf Harnawan (28) dengan tega menghabisi nyawa mahasiswi IAIN Walisongo, Siti Faizah. Yusuh mencekik kekasihnya ini lantaran si gadis menolak diputuskan.

Selain dengan Siti Faizah, Yusuf juga ternyata menjalin hubungan asmara dengan rekannya, seorang PNS Kodam Diponegoro. Beberapa kali Yusuf melakukan hubungan intim hingga si wanita hamil dan minta pertanggungjawaban.

Yusuf membawa Siti Faizah Hotel Alam Hijau Jalan Lemah Abang-Bandungan, Semarang. Di sana dia mencekik gadis malang tersebut hingga tewas.

Pengadilan Militer mengganjar Yusuf dengan hukuman 13 tahun penjara. Yusuf juga dipecat dari kesatuan karena memalukan korps TNI AD.




2. Dibakar cemburu, pacar dibunuh

Pratu A (24) anggota TNI di Surabaya, diamankan polisi. A diduga membunuh EH (20), kekasihnya sendiri.

Motif pembunuhan karena A cemburu. Dia beberapa kali menelepon EH, tetapi yang mengangkat telepon ternyata pria.

A kemudian menjemput EH. Dia berdalih akan mengajak kekasihnya ini jalan-jalan. Tetapi kemudian Endang malah dihabisi dan diceburkan ke sungai Swaluh, Balongbendo.

Warga pun geger saat menemukan mayat karyawati ini mengapung di sungai.




3. Bunuh wanita pegawai hotel

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Tri Utami (24). Perempuan asal Kota Malang, Jawa Timur, ini ternyata dihabisi tiga tersangka. Salah satunya kekasih korban yang merupakan anggota TNI.

Kasus ini terungkap setelah petugas Polsekta Medan Area memeriksa 12 orang saksi. Mereka pun berhasil menangkap dua dari tiga tersangka pelaku pembunuhan. Keduanya sudah dipastikan sebagai anggota TNI.

"Alhamdulillah kasusnya sudah terungkap, dua dari tiga pelaku sudah kita serahkan ke Denpom karena keduanya tercatat sebagai oknum TNI. Keduanya kita tangkap Sabtu (9/2) lalu di kawasan Helvetia. Sedangkan satu orang pelaku lagi masih dalam pengejaran. Untuk keterangan lebih lanjut langsung saja ke Denpom," ujar Kapolsekta Medan Area Kompol Rama S Putra kepada wartawan, Selasa (12/2).

Sebelumnya, jasad Tri Utami ditemukan petugas kebersihan di parit dekat jalan tol Amplas-Bandar Selamat KM 26,6, Menteng, Medan Denai, Jumat (4/1). Sebelum pergi, perempuan yang bekerja di Hotel Griya Dome, Jalan Tengku Amir Hamzah, Medan ini diketahui sempat meminjam uang dari tetangga sebesar Rp 500 ribu.




4. Dua prajurit sekongkol habisi pacar

Dua anggota TNI Korem 042/Garuda Putih, Pratu Rahmad (25) terdakwa utama divonis 11 tahun penjara dan rekannya Pratu Diky (25) 10 tahun serta dipecat dari militer. karena telah terbukti menghilangkan nyawa orang lain. Mereka membunuh Rini (30)yang juga pacar Pratu Rahmad.

Kedua terdakwa adalah telah melanggar dan tidak menghayati Sapta Marga dan mencemarkan nama TNI.

Kejadian tersebut pada 31 Maret 2006 dan baru terungkap pada pertengahan Januari 2007, setelah keluarga korban menyatakan kehilangan Rini yang kemudian terungkap bahwa pelakunya adalah kedua anggota TNI.

Pemecatan dan pencabutan baju dinas kedua terdakwa dilakukan pada upacara resmi militer di Makorem 042/Gapu setelah ada putusan tetapnya dan kedua akan langsung diantar ke Lapas umum untuk menjalani hukumannya.




5. Selingkuhi istri teman sendiri

Praka Tohir membunuh teman selingkuhannya Neni Afriani (27). Neni adalah istri dari Praka Nurdin, rekan korban di Batalyon 114 Satria Musara (SM) Bener Meriah, Aceh.

Neni dan Tohir beberapa kali melakukan hubungan intim, sehingga wanita ini hamil. Sebelum dibunuh pun, keduanya sempat berhubungan intim.

Dalam pemeriksaan terungkap kalau Neni sering menghina Tohir. Tamtama TNI ini pun berang. Dia mengambil pisau dan menhabisi selingkuhannya itu.
[read more..]

Desain Hotel Unik Di Dunia

Capsule Hotel
[read more..]

10 Tips Agar Lulus Ujian Pns

10 Tips Agar Lulus Ujian Pns [ www.BlogApaAja.com ]
[read more..]

Inilah Perbedaan Porsi Makan 2o Tahun Lallu Dengan Sekarang

Bandingkan 20 tahun lalu dengan sekarang...
Pizza
Inilah Perbedaan Porsi Makan 2o Tahun Lallu Dengan Sekarang [ www.BlogApaAja.com ]
[read more..]

Rabu, 12 Juni 2013

Serius : Rupa Pelakon Filem Home Alone 1 - 4 Dulu Vs Sekarang (9 Gambar)

Rupa Pelakon Filem Home Alone 1 - 4 Dulu VS Sekarang.

Filem Home Alone merupakan filem yang admin sangat minat dulu. Filem ini menceritakan seorang budak yang berjaya menewaskan perompak yang ingin mencuri sejurus selepas ibu bapa budak tersebut keluar dari rumah. Dengan ciptaan dan kreativiti budak tersebut, dia berjaya menewaskan kesemua perompak yang cuba masuk ke rumahnya.















[read more..]

Jendela Islam : Apa Motivasi Kita Beribadah?


Oleh M Husnaini

Mafhum bagi kita bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah. Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (Ad-Dzariyat: 56). Ibadah di sini mencakup pengertian mahdlah dan mustafadah, yaitu setiap perbuatan baik yang bermanfaat dan diniatkan semata karena dan untuk Allah.

Kata Sayid Quthb dalam tafsir Fi Dzilal Al-Quran, ibadah merupakan al-wadhifah al-ilahiyyah, tugas yang diembankan Allah kepada manusia. Jadi, manusia yang menjalankan ibadah, maka ia telah memfungsikan hakikat penciptaannya. Sebaliknya, manusia yang melalaikan ibadah, berarti telah mendisfungsikan hakikat penciptaanya. Ibarat kata, lampu dibeli untuk tujuan penerangan. Ketika lampu tidak bisa lagi menerangi, berarti telah disfungsi. Itulah analogi bagi manusia yang enggan beribadah.

Tetapi, motivasi (niat) menjadi unsur penentu dalam ibadah. Dan motivasi ibadah setiap orang ternyata tidak pernah sama. Ada lima tingkat motivasi ibadah. Pertama, ibadah al-mukrohin. Ini adalah tingkat motivasi terendah. Pada tingkat ini, ibadah hanya dipahami sebagai kewajiban. Ibarat anak SD yang mengerjakan PR, orang beribadah bukan didorong dari dalam, melainkan karena paksaan dari luar. Malah kerap sekadar untuk kepantasan. ...mereka tidak mengerjakan shalat, kecuali dengan malas dan tidak pula menafkahkan harta, kecuali dengan rasa enggan (At-Taubah: 54).

Kedua, ibadah al-ummal. Ibadah pada tingkat ini penuh vested interest. Ibarat seorang kuli, orang rela bekerja siang dan malam karena mengharap upah. Digambarkan Rasulullah dalam sebuah hadis riwayat Muslim, besok di hari kiamat ada tiga kelompok orang yang menghadap Allah dengan segudang kebaikan, tetapi mereka justru dilemparkan Allah ke neraka. Siapa mereka? Yaitu syuhada yang gugur di medan juang demi status pahlawan, cerdik pandai yang sibuk mengajarkan ilmu agar disebut ulama, dan orang berharta yang selalu berderma supaya dianggap dermawan. Kebaikan mereka tidak berharga sama sekali di mata Allah.

Ketiga, ibadah at-tujjar. Inilah ibadah cara pedagang. Ibadahnya semata karena tergiur imbalan lebih besar. Diceritakan, dalam suasana panas menyengat, Khalifah Umar bin Khattab meminta segelas air. Saat air sudah terhidang, mendadak sang khalifah menolak, sembari berkata, Terima kasih. Aku tidak jadi minum, agar kenikmatan yang disediakan untukku di akhirat kelak tidak berkurang.

Terlepas dari kebenaran kisah ini, sikap Umar jelas menunjukkan betapa ia ogah melakukan sesuatu demi menerima imbalan yang menyenangkan di dunia. Khalifah berjuluk Al-Faruq itu teringat firman Allah, Dan ingatlah ketika orang-orang kafir dihadapkan ke neraka. Kepada mereka dikatakan, kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan dunia dan kamu telah bersenang-senang dengannya. Maka hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik (Al-Ahqaf: 20).

Keempat, ibadah al-muthiin. Kualitasnya lebih bagus dari tiga tingkat sebelumnya. Motivasi ibadah pada tingkat ini adalah ketundukan kepada Allah. Ibadah bukan lagi karena paksaan dari luar, melainkan sudah tumbuh dari dalam. Bukan karena takut ancaman atau mengharap imbalan, melainkan karena ingin balas jasa atas segala nikmat dan karunia Allah kepada dirinya. Juga didorong keyakinan bahwa hikmah dan manfaat ibadah akan kembali kepada diri manusia. Ikrar hatinya, Sungguh shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan sarwa sekalian alam (Al-Anam: 162).

Kelima, ibadah al-mutaladzidzin. Inilah puncak motivasi ibadah seorang hamba. Pada tingkat ini, ibadah tidak lagi untuk balas jasa apalagi karena tergiur pernik dunia. Ada kelezatan ibadah yang tiada tara. Sekejap saja waktu senyap dari ibadah, muncullah gemuruh rindu dan cinta yang menyesakkan dada. Ia telah keranjingan ibadah kepada Sang Maha Segalanya.

Pasti inilah yang dirasakan Rasulullah. Beliau dijamin surga, tetapi terus shalat sampai kaki bengkak. Juga Ali bin Abi Thalib yang begitu menikmati shalat, sampai pernah minta agar anak panah yang menancap di badannya dicabut ketika sedang shalat. Abdurrahman bin Auf, saudagar kaya sekaligus satu dari sepuluh sahabat yang mendapat garansi surga, bahkan ikhlas membagikan tiga kantung berisi uang hasil keuntungan dagangnya kepada mereka yang membutuhkan.

Nah, dimanakah posisi kita dari kelima tingkat motivasi ibadah di atas?

Penulis adalah Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya
[read more..]

Renungan, Tuhan, Mengapa Engkau Tak Menolongku?

Renungan, Tuhan, Mengapa Engkau Tak Menolongku? [ www.BlogApaAja.com ]
[read more..]